Prosedur Pengambilan Paspor

PROSEDUR PENGAMBILAN PASPOR

 

Merujuk pada Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2014 pasal 23 bahwa:

  1.   Paspor biasa yang telah selesai dapat diambil oleh :
    1. Pemohon dengan menunjukan tanda bukti pembayaran dan bukti identitas yang sah;
    2. Orang lain yang memiliki hubungan hukum kekeluargaan dengan pemohon dengan menunjukan tanda bukti pembayaran, fotokopi kartu keluarga, dan kartu identitas pengambil yang sah; atau
    3. Orang lain yang tidak memiliki hubungan hukum kekeluargaan dengan Pemohon dengan menunjukan tanda bukti pembayaran, surat kuasa, dan identitas pengambil yang sah.
  2. Penyerahan Paspor biasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dicatat dalam buku penyerahan Paspor biasa dan ditandatangani oleh Pengambil.

 

PEMBATALAN PASPOR

Merujuk pada Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2014 pasal 30 bahwa:

Pembatalan Paspor biasa dapat dilakukan dalam hal ;

  1. Paspor tersebut diperoleh secara tidak sah;
  2. Pemegang memberikan keterangan palsu atau tidak benar;
  3. Pemegangnya meninggal dunia pada proses penerbitan;
  4. Tidak diambil dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak tanggal diterbitkan; atau
  5. Kesalahan dan rusak pada saat penerbitan.
Share ke social media...